Buku hadis yang dicadangkan leh Syaikh Abdul Muhsin Abbad al-Badr

Februari 8, 2013 § Tinggalkan komen

Buku-buku yang dipuji dan disarankan oleh Syaikh Abdul Muhsin Abbad al-Badr

  1. Bidang hadis
  • Ujaalatul Imla’ karyan An-Naaji, buku yang sangat bermanfaat sekali. Nama penuh pengarangnya al-Hafidz Burhanuddin an-Naji.
  • Buku-buku karya Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam bidang hadis.
  • Musnad ad Darimi  dan Sunan ad Darimi, keduanya ini hakikatnya adalah satu buku yang sama.
  • Tahzibu as Sunan karya Ibnu Qayyim rahimahullah.
  • Al Lu’ Lu’ wal Marjan fi ma ittafaqa ‘alaihi asy Syaikhan karya Muhammad Fu’ad ‘Abdul Baqi’. Buku yang sangat bagus. Sanad-sanadnya dihilangkan agar ringkas dan jumlah hadisnya adalah 1906.

Dipetik dari:

Syarah Hadits Arbain an Nawawi Plus 8 Hadits Ibnu Rajab; Penjelasan Hadits-hadits Pilihan yang Mencakup Pokok-pokok Ajaran Islam.

Penulis: Syaikh Abdul Muhsin al Abbad, Ulama Ahli Hadis Kota Madinah al Munawwarah.

Penterjemah: Abu Habib Sofyan Saladin

Penerbit: Darul Ilmi Publishing

Pujian Ulama Terhadap Kitab Fathul Bari

Disember 13, 2012 § Tinggalkan komen

Al-Hafiz Ibnu Hajar Asqalani menulis kitab “Fathul Bari Syarah Shohih al-Bukhori” selama 25 tahun lebih. Beliau memulai pada awal tahun 817 H dan selesai pada awal bulan Rojab tahun 842 H.

Al-Hafiz Ibnu Hajar yang pernah berguru dengan ulama besar seperti Ibnul Mulaqqin dan al-Iraqi (al-Iraqi lah yang pertama menggelari beliau dengan gelar ‘al-Hafiz’), menempuh metode menakjubkan dalam mengarang kitab Fathul Bari. Awalnya melalui imla’ (lisan) selama 5 tahun, kemudian beberapa muridnya yang cerdas berkumpul dan mengusulkan agar syarah tersebut dibukukan. Ibnu Hajar kemudian menyetujui usulan muridnya dan beliau menulis dengan tangannya sendiri sedikit demi sedikit, sehingga kitabnya telah dikoreksi dan diteliti secara jeli.

Tatkala kitab syarah al-Bukhori tersebut selesai, al-Hafiz Ibnu Hajar mengadakan walimah besar-besaran pada 8 Sya’ban 842 H. Dalam acara tersebut dibacakanlah bab akhir dari Fathul Bari, dan walimah itu dihadiri oleh para pejabat, para ulama’, penuntut ilmu, dan kaum muslimin yang tak terhitung banyaknya.

Seorang muridnya, Al Biqo’i (w 885 H) bercerita : “Sampai-sampai aku mengira tidak ada seorang tokohpun di Mesir yang tidak hadir pada walimah tersebut. Hari itu adalah hari istimewa, belum ada yang sepertinya pada jaman itu. Pada walimah tersebut dilantunkan syair-syair indah berisi pujian kepada penulis dan kitabnya”.

Keunggulan Fathul Bari diakui oleh Imam asy-Syaukani (w 1250 H), ketika mengomentari kitab Fathul Bari asy-Syaukani mengutip hadis yang terkenal : “La hijrah ba’dal Fath”, hadis tersebut diungkapkan beliau sebagai kalimat diplomasi, yang maksudnya tidak ada kitab syarah Shahih Bukhori yang dapat melebihi keunggulan dan kebaikan yang sebaik Fathul Bari.

Sementara Ibnu Khaldun dalam kitab Mukadimmah-nya mengatakan bahwa tugas mensyarah Shahih Bukhori adalah ‘hutang umat Islam’. Perkataan tersebut diucapkan Ibnu Khaldun sebelum Ibnu Hajar menyusun Fathul Bari (Ibnu Khaldun wafat tahun 808 H, Ibnu Hajar mulai menulis Fathul Bari tahun 817 H), maka dengan kitab Fathul Bari dapat dikatakan bahwa Ibnu Hajar telah melunasi hutang umat Islam.

Semoga Allah Ta’ala merahmati al-Hafiz Ibnu Hajar Asqolani, menerima amalan yang dilakukannya, dan membalas dengan surga Firdaus-Nya..

(Diringkas dari majalah Al-Furqon edisi 10/8 tahun 1430 H, dengan beberapa tambahan dari penulis)

Syarah Hadis Arbain Imam Nawawi

Januari 25, 2012 § 1 Komen

Syarah Hadits Arbain Imam Nawawi

Muqaddimah Pengarang

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam, Pengatur langit dan bumi, Pemelihara seluruh makhluk, dan Pengutus seluruh rasul shalawatullahi wa salamuhu ‘alaihim kepada seluruh mukallaf untuk memberi petunjuk kepada nereka, menjelaskan ajaran-ajaran syariat agama dengan dalil-dalil yang pasti dan bukti-bukti yang jelas. Saya memuji-Nya atas segala nikmat yang Dia limpahkan, dan saya memohon tambahan keutamaan dan karunia-Nya.

Saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, Yang Yang Mahamulia lagi Maha Pengampun. Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba, utusan, kekasih, dan kesavangan-Nya, makhluk-Nya yang paling utama, yang dimuliakan dengan Al-Qur’an Al-’Aziz yang menjadi mukjizat sepanjang masa, dan dengan sunnah-sunnah yang menyinari orang-orang yang mencari petunjuk, yang diberi kekhususan dengan jawami’ul-kalim (ungkapan yang singkat, tetapi makna padat) dan agama yang mudah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, kepada seluruh nabi dan rasul, seluruh keluarga mereka, dan segenap orang-orang shalih.

Amma ba’du,

Kami telah meriwayatkan dari ‘Ali ibnu Abi Thalib, ‘Abdullah ibnu Mas’ud, Mu’adz ibnu Jabal, Abu Ad-Darda’, Ibnu ‘Umar, lbnu ‘Abbas, Anas ibnu Malik, Abu Hurairah, dan Abu Sa’id Al-Khudri dari banyak jalur dengan riwayat yang beragam bahwasanya Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa dan umatku menghafal empat puluh hadits urusan agamanya, Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat kelak termasuk dalam golongan para fuqaha’ (ahli fiqih) dan ulama (ahli ilmu).”

(Hadits ni tidak shahih meskipun mempunyai jalur yang banyak dan sudah sang terkenal. Dalam Al-’Ilal AI-Mutanahiyah (1/119), setelah mengumpukan jalur-jalurnya IbnuAl-Jauzi berkata, “Ini adalah hadits yang tidak shahih dari Rasulullah . Lihat Kasy Al-Khafa’karya Al-Ajluni (2465)).

Dalam sebuah riwayat lain:

“Allah akan membangkitkannya sebagai orang faqih dan ‘alim.”

Dalam riwayat Abu Ad-Darda’:

“Dan aku menjadi pemberi syafaat dan saksi baginya pada hari kiamat.”

Dalam riwayat Ibnu Mas’ud :

“Dikatakan kepadanya, ‘Masuklah kesurga dan pintu mana saja yang kamu suka.”

Dalam riwayat Ibnu ‘Umar:

“Ditulis dalam golongan ulama dan dikumpulkan dalam golongan syuhada.”

Para huffazh (ulama ahli hadits) telah sepakat bahwa ini adalah hadits dha’if (lemah) sekalipun mempunyai jalur yang banyak.

Dalam masalah ini para ulama telah menyusun karya yang tidak terhitung jumlahnya. Orang pertama kali yang saya ketahui menyusun karya dalam masalah ini adalah ‘Abdullah Ibnu Al-Mubarak. Kemudian Muhammad ibnu Aslam AthThusi seorang alim rabbani, lalu Al-Hasan ibnu Sufyan An-Nasa’i, Abu Bakr Al-Ajurri, Abu Bakr Muhammad ibnu Ibrahim Al-Ashfahani, Ad-Daruquthni, Al-Hakim, Abu Nu’aim, Abu Abdirrahman As-Sulami, Abu Sa’id Al-Malini, Abu ‘Utsman ash-Shabuni, ‘Abduliah ibnu Muhammad Al-Anshari, Abu Bakr Al-Baihaqi, dan sejumlah ulama lain yang tidak terhitung jumlahnya baik dan kalangan orang-orang terdahulu (mutaqaddimin) maupun yang sekarang (muta’akhkhirin).

Saya telah melakukan istikharah kepada Allah Ta’ala dan mengumpulkan empat puiuh hadits ini karena meneladani imam terkenal dan para penghafal hadits dalam Islam. Para ulama telah bersepakat tentang bolehnya mengamalkan hadits dha’if dalam perkara fadha’il a’mal (keutamaan amal).

Sekalipun demikian, yang menjadi sandaran saya bukanlah hadis ini tetapi sabda beliau dalam hadits-hadits yang shahih:

“Hendaknya orang yang menyaksikan di antara kalian menyampaikan kepada orang yang tidak hadir.”

Juga sabda beliau :

“Semoga Allah membaguskan wajah seseorang yang mendengar ucapanku, kemudian dia menghafalnya, lalu menyampaikannya sebagaimana yang dia dengar.”

(Shahih. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Zaid ibnu Tsabit (3660), At-Tirmidzi (2656), Ibnu Majah (230), Ahmad (5/183), Ad-Darimi (1/65), dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban (72, 73 – Al-Ibsan). Dalam hal ini juga terdapat hadits dari Jubair ibnu Muth’im yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah (231) dan Ahmad (4/80-82), dan Abu Said AI-Khudri yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam AI-HiIyah (5/105), dan Anas ibnu Malik yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah (236), dan dari Mu’adz yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Al-Hiiyah (9/308)).

Selanjutnya, di antara para ulama ada yang mengumpulkan empat puluh hadits dalam masalah ushuluddin (dasar-dasar agama), yang lain dalam masalah furu’ (cabang), yang lain dalam masalah jihad, yang lain dalam masalah zuhud, yang lain dalam masalah adab, dan yang lain dalam masalah khutbah. Semuanya mempunyai maksud yang baik. Semoga Allah meridhai mereka.

Adapun saya berusaha mengumpulkan empat puluh buah hadits yang lebih penting dan semua ini, yaitu empat puluh buah hadits yang mencakup semua permasalahan tersebut. Setiap hadits merupakan kaidah yang agung di antara kaidah-kaidah agama ini, yang oleh para ulama disebutkan bahwa agama Islam ini berkisar padanya, atau setengah agama Islam, atau sepertiganya, atau seperti itu [berkisar padanya].

Saya juga berketetapan bahwa empat puluh buah hadits ini semuanya shahih, dan sebagian besar dari nya terdapat dalam dua kitab Shahih Al-Bukhari dan Muslim. Saya sebutkan hadits-hadits ini tanpa sanadnya agar mudah dihafal dan memberikan manfaat yang menyeluruh insya Allah Ta’ala. Saya juga menyertakan satu bab tentang penjelasan lafaz-lafaz yang masih samar.

Setiap orang yang menghendaki akhirat seyogianya mengetahui hadits-hadits ini mengingat hadits-hadits ini mengandung pelbagai perkara penting dan mencakup peringatan terhadap segala bentuk ibadah ketaatan. Itu semua tampak jelas bagi orang yang mau merenungkannya. Hanya kepada AllahIah saya bersandar, berserah diri, dan bergantung. Hanya bagiNya-Iah segala puji dan nikmat, dan hanya Dia-lah yang mampu memberi taufik dan perlindungan.

Imam Nawawi

Sumber :

Syarah Hadits Arbain Imam Nawawi, Ta’liq oleh Syaikh Uthaimin, terjemahan Ahmad S Marzuqi, Media Hidayah-Jakarta, 2006.

BELI DI GALERINIAGA.

Imam Abu Dawud

Januari 1, 2011 § Tinggalkan komen

tulisan : Abu Asma’ Kholid bin Syamhudi dari laman web Salafyoon

Nama, Nasab Dan Kelahiran

Beliau  bernama Imam Al Hafidz Al Faqih Sulaiman bin `Imron bin Al Asy`ats bin Ishaq  bin Basyir bin Syidad bin `Amr bin `Imron -atau disebut dengan Amir- Al Azdy  As Sajistaany. Dilahirkan pada tahun 202 H di kota Sajistaan, menurut  kesepakatan  referensi yang memuat biografi beliau. Demikian juga berdasarkan keterangan  murid beliau yang bernama Abu Ubaid Al Ajury ketika beliau wafat,ketika berkata:  aku telah mendengar dari Abi Daud ,beliau berkata : Aku dilahirkan  pada tahun  202 H (Siyar A`lam An Nubala` 13/204)

Perkembangan keilmuannya

Tidak  didapatkan berita atau keterangan tentang masa kecil beliau kecuali keterangan  bahwa keluarganya memiliki perhatian yang sangat besar dalam hadis-hadis  Rasulullah, dan ini sangat  mempengaruhi perkembangan keilmuan beliau di masa depannya.

Keluarga  beliau adalah keluarga yang terdidik dalam kecintaan terhadap hadis-hadis Rasulullah dan ilmu-ilmunya. Bapa  beliau Al Asy`ats bin Ishaq adalah seorang perawi hadis yang meriwayatkan  hadis dari Hamad bin Zaid, dan demikian juga saudaranya Muhammad bin Al Asy`ats  termasuk seorang yang menekuni dan menuntut hadis dan ilmu-ilmunya juga merupakan  teman perjalanan beliau dalam menuntut hadis dari para ulama ahlil hadis. Dan  ini merupakan satu modal yang sangat berperanan besar dalam perkembangan dan  arahan beliau di masa-masa perkembangan keilmuan dan keahliannya dalam hadits  dan ilmu-ilmunya yang lain dari ilmu-ilmu agama. Maka berkembanglah Abu Daud  dengan motivasi dan semangat yang tinggi serta kecintaan beliau sejak kecil  terhadap ilmu-ilmu hadis, sehingga beliau mengadakan ekspedisi (Rihlah) dalam  mencari ilmu sebelum genap berusia 18 tahun.

Beliau  memulai perjalanannya ke Baghdad (Iraq) pada tahun 220 H dan menemui kematian Imam Affan bin Muslim, sebagaimana yang beliau katakan: Aku menyaksikan jenazahnya  dan mensolatkan nya(Tarikh Al Baghdady 9/56). Walaupun sebelumnya beliau  telah pergi ke negeri-negeri jiran Sajistaan, seperti Khurasan, Baghlan, Harron, Roi dan Naisabur.

Setelah  beliau masuk kota Baghdad, beliau diminta oleh Amir Abu Ahmad Al Muwaffaq  untuk tinggal dan menetap di Basrah, dan beliau menerimanya, akan tetapi hal  itu tidak membuat beliau berhenti dalam mencari hadis, bahkan pada tahun 221H  beliau datang ke Kufah dan mengambil hadits dari Al Hafidz Al Hasan bin Robi`  Al Bajaly dan Al Hafidz Ahmad binAbdillah bin Yunus Al Yarbu`iy (mereka berdua  termasuk dalam guru-gurunya Imam Muslim). Dan sebelumnya beliau berkelana ke  Makkah dan meriwayatkan hadis dari Abdulloh bin Maslamah Al Qo`naby (Wafat  tahun 221 H), demikian juga ke Damaskus (ibu kota Syria sekarang) dan mengambil  hadis dari Ishaq bin Ibrahim Al Faradisy dan Hisyam bin Ammaar, lalu pada  tahun 224 H pergi ke Himshi dan mengambil hadis dari Imam Hayawah bin Syuraih  Al Himshy ,dan mengambil hadis dari Ibu Ja`far An Nafiry di Harron juga pergi  ke Halab dan mengambil hadits dari Abu Taubah Robi` bin Nafi` Al Halab,lalu  berkelana ke Mesir dan mengambil hadits dari Ahmad bin Sholeh Ath Thobary, kemudian  beliau tidak berhenti mencari ilmu di negeri-negeri tersebut bahkan sering  sekali mengembara ke Baghdad untuk menemui Imam Ahmad bin Hambal di sana dan  menerima serta menimba ilmu darinya. Walaupun demikian beliau juga mendengar dan menerima ilmu dari ulama-ulama Basrah, seperti: Abu Salamah At Tabudzaky, Abul  Walid Ath Thoyalisy dan yang lain-lainnya.

Karena itulah beliau menjadi seorang imam ahlil hadis yang terkenal banyak berkelana dalam mencari ilmu.

Guru-Guru Beliau

Guru-guru  beliau sangat banyak, kerana beliau menuntut ilmu sejak kecil dan sering mengembara ke penjuru negeri-negeri dalam menuntut ilmu, sampai-sampai Abu Ali Al Ghosaany  mengarang sebuah buku yang menyebut nama-nama guru beliau dan sampai mencapai  300 orang, demikian juga Imam Al Mizy menyebut dalam kitabnya Tahdzibul Kamal  177 guru beliau.

Dan  diantara mereka yang cukup terkenal adalah:

  • Imam Ahmad bin Hambal
  • Ishaq bin Ibrohim bin Rahuyah
  • Ali bin Al Madiny
  • Yahya bin Ma`in
  • Abu Bakr ibnu Abi Syaibah
  • Muhammad bin Yahya Adz Dzuhly
  • Abu Taubah Robi` bin Nafi` Al Halaby
  • Abdulloh bin Maslamah Al Qo`naby
  • Abu Khoitsamah Zuhair bin Harb
  • Ahmad bin Sholeh Al Mishry
  • Hayuwah bn syuraih
  • Abu Mu`awiyah Muhammad bin Hazim Adh Dhorir
  • Abu Robi` Sulaiman bin Daud Az Zahrony
  • Qutaibah bin Sa`di bin Jamil Al Baghlany.

(LihatTahdzibul Kamal 11/358-359).

Murid-Murid Beliau

Demikian  pula murid-murid beliau cukup banyak dan saya cukupkan dengan menyebut sebagian  dari mereka disini, yaitu:

  • Abu `Isa At Tirmidzy
  • An Nasa`iy
  • Abu Ubaid Al Ajury</li>
  • Abu Thoyib Ahmad bin Ibrohim Al Baghdady (Perawi sunan Abi Daud dari beliau).
  • Abu `Amr Ahmad bin Ali Al Bashry (perawi kitab sunan dari beliau).
  • Abu Bakr Ahmad bin Mauhammad Al Khollal Al Faqih.
  • Isma`il bin Muhammad Ash Shofar.
  • Abu Bakr bin Abi  Daud  ?(anak beliau).
  • Zakariya bin Yahya As Saajy.
  • Abu Bakr Ibnu Abi Dunya.
  • Ahmad bin Sulaiman An Najjar (perawi kitab Nasikh wal Mansukh dari beliau).
  • Ali bin Hasan bin Al `Abd Al Anshory (perawi sunsn dari beliau).
  • Muhammad bin Bakr bin Daasah At Tammaar (perawi sunan dari beliau).
  • Abu `Ali Muhammad bin Ahmad Al Lu`lu`y (perawi sunan dari beliau).
  • Muhammad bin Ahmad bin Ya`qub Al Matutsy Al Bashry (perawi kitab Al Qadar  dari beliau).

Dan  lain-lainnya  (lihat Siyar A`lam An Nubala` 13/206 dan Tahdzibul Kamal  11/360 ).

Pujian Dan Sanjungan Para Ulama Terhadapnya

Telah  banyak para imam dan ulama yang memuji dan menyanjung beliau,diantara mereka:

  • Berkata Imam Al Khollal :Imam Abu Daud adalah imam yang dikedepankan pada  zamannya
  • Berkata Ibnu Hibban :Abu Daud termasuk salah satu imam dunia dalam ilmu dan fiqih (Thobaqat As Syafi`iyah 2/293).
  • Berkata Musa bin Harun : Abu Daud diciptakan di dunia untuk hadits dan di akhirat untuk Syurga dan tidak aku melihat seorangpun lebih utama darinya.(Thobaqatus Syafi`iyah 2/295).
  • Berkata Al Hakim:Beliau adalah imam ahlil hadits di zamannya tanpa gugatan
  • Berkata Imam Nawawy: Para ulama telah sepakat memuji Abu Daud dan mensifatinya dengan ilmu yang banyak,kekuatan(hapalan),wara`,agama (kesholehan) dan kuat pemahamannya dalam hadits dan yang lainnya.(Tahdzib Al Asma` Wal Lughat 2/225)
  • Berkata Abu Bakr Ash Shoghony:Dilemaskan bagi Abi Daud hadits sebagaimana dilemaskan bagi Daud besi.(Thobaqatus Syafi`iyah 2/293).
  • Ditanya Syeikh islam Ibnu Taimiyah tentang buku-buku hadis dan sebagian pengarangnya seperti Ath Thoyalisy dan Abu Daud dan yang lainnya,maka beliau menjawab :Adapun Bukhory dan Abu Daud,maka beliau berdua adalah dua orang imam dalam fiqih dari ahli ijtihad.
  • Adapun Adz Dzahaby banyak memuji beliau dan diantara pujian beliau adalah ucapannya :Abu Daud dengan keimamannya dalam hadits dan ilmu-ilmu yang lainnya,termasuk dari ahli fiqih yang besar,maka kitabnya As Sunan telah jelas menunjukkan hal tersebut.

Aqidah Beliau

Beliau  adalah imam dari imam-imam ahlisunnah wal jamaah yang hidup di Bashroh kota  berkembangnya kelompok Qadariyah,demikian juga berkembang disana pemikiran  Khowarij, Mu`tazilah, Murji`ah dan Syi`ah Rafidhoh serta Jahmiyah dan lain-lainnya,tetapi  walaupun demikian beliau tetap dalam keistiqomahan diatas Sunnah dan beliaupun  membantah Qadariyah dengan kitabnya Al Qadar,demikian pula bantahan beliau  atas Khowarij dalam kitabnya Akhbar Al Khawarij,dan juga membantah terhadap  pemahaman yang menyimpang dari kemurnian ajaran islam yang telah disampaikan  olah Rasululloh. Maka tentang  hal itu bisa dilihat pada kitabnya As Sunan yang terdapat padanya bantahan-bantahan  beliau terhadap Jahmiyah,Murji`ah dan Mu`tazilah.

Wafatnya Beliau.

Beliau  wafat dikota Bashroh tanggal 16 Syawal 275 H dan disholatkan janazahnya oleh  Abbas bin Abdul Wahid Al Haasyimy.

Tambahan admin

Kitab Sunan Abu Dawud karangan Imam Abu Dawud menduduki tangga ke-tiga dalam susunan kitab hadis yang enam (kutub sittah). Beberapa kitab karangan beliau termasuklah :

  • Risālah Abī Dāwūd ilā Ahli Makkah. Baca terjemahan di sini.
  • Sunan Abu Dawud
  • Al-Marasil

Kajian Internsif Kitab Hadith Yang Enam

November 22, 2010 § 1 Komen

Panel :

  1. Ustaz Fathul Bari
  2. Ustaz Idris Sulaiman
  3. Ustaz Zulkifli

 

Kitab Hadith Dicadangkan Oleh Al-Qarni

November 14, 2010 § Tinggalkan komen

Buku ini membahaskan dan mencadangkan senarai bacaan buat penuntut dan pencita ilmu Islam. Walaupun ia tidak diedit dengan kemas dan baik (seperti kebanyakan buku-buku pengarang yang lain). Namun saya percaya senarai cadangan ini dapat membantu meluruskan jenis-jenis buku yang patut di baca.

Sebelum ini saya sudah menemui beberapa buah buku yang memberi rekomendasi senarai bacaan yang baik. Iaitu oleh Sa’id Hawwa berjudul Jundullah : Thaqofatan wa-Akhloqan, tokoh dari pergerakan Ikhwanul Muslimin dan Dr Yusuf Al-Qaradhawi. Namun kerana begitu banyak catatan dan komentar terhadap pemikiran kedua tokoh ini, maka saya tidak fikir ia baik untuk dipanjangkan.

Kemudian saya menemui buku ini oleh Dr A’idh Abdullah Al-Qarni.

Saya hampir menyalin semua ayat yang disebutkan oleh pengarang. Selain senarai panjang buku yang perlu dimiliki dan dibaca, beliau juga mengutip komentar sarjana dan intelektual Islam berkaian buku yang dibicarakan.

Perkara kedua selepas menguasai Al-Quran ialah, ilmu hadits. Pengarang membawakan beberapa kitab hadith yang perlu dibaca dan dikuasai.

B. HADITH

  1. Sahih Bukhari : Muhammad bin Ismail al-Bukhari. Ia telah diringkaskan oleh az-Zabidi dan Nasiruddin Al-Albani.
  2. Sahih Muslim : Muslim bin Hajjaj
  3. Jami’ al-Tirmidzi    : Imam Tirmidzi
  4. Sunan Abu Daud : Abu Dawud
  5. Sunan an-Nasaie     : An-Nasaie
  6. Sunan Ibnu Majah  : Ibnu Mahah
  7. Musnad Ahmad       : Ahmad bin Hanbal
  8. Muwatha                    : Malik bin Anas
  9. Sunan al-Baihaqi     : Baihaqi
  10. Jami’ul Ushul            : Ibnu Athir (menghimpunkan Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Muwattha)
  11. Majma’al-Zawaid
  12. Sahih Jami’ al-Saghir  : Muhammad Nasiruddin Albani (menghimpunkan hadith-hadith shahih dari lebih 30 buah kitab hadith)

13.  Kitab gharib hadith (hadith-hadith janggal)

  • Gharib Hadith         : Ibnu Qutaibah
  • Gharib Hadith         : Abu ‘Ubaidah Ma’mar bin Al-Mutsanna
  • Gharib Hadith         : Abu ‘Ubaidah al-Qasim bin Sallam
  • Gharib Hadith         : Ibrahim Al-Harbi
  • Gharib Hadith         : al-Khattabi
  • An-Nihayah fi Gharib al-Hadith : Ibnu Atsir
  • Al-Fa’iq                     : Zamakhsyari

14.  Kitab mushthalah hadith (ilmu-ilmu hadith)

  • Muqaddimah Ibnu Shalah   : Ibnu Shalah
  • Al-Baits al-Hathith                  : Ibnu Kathir
  • Nukhbat al-Fikri                       : Ibnu Hajar
  • Nuzhah an-Nazhar                   : Ibnu Hajar
  • ‘Alfiah Al-Iraqi                          : Al-Iraqi
  • Syarah Fath al-Mughith         : al-Sakhawi
  • Alfian fi al-Mushtalah             : Suyuthi

15.  Kitab hadith dhoif

  • Al-Maudhuuat                            : Ibnu Jauzy
  • Al-Asrar Marfuah fi Akhbar Maudhuah : Mulla Ali Al-Qari
  • Fawaidh Majmu’ah fi Ahadith Maudhuah : As-Syaukani
  • Kasy al-Khafa’ wal Muzil al-Iltibas fi ma Isytara ‘ala Alsinat al-Nas : al-‘Ajluni
  • Tamyiz al-Thayyib min al-Khabith : al-Athari
  • Maqasid al-Hasanah                  : al-Sakhawi

Baca lagi tentang kitab-kitab hadits dan beli di sini : Galeriniaga.

Nota tambahan

1. Hadith 40

Cadangan kitab hadith peringkat permulaan ialah Hadith 40 yang dihimpunkan oleh Imam Nawawi rahimahullah. Ia memuat 42 hadith tentang asas-asas Islam. Beberapa sarjana Islam telah melakukan penjelasan terhadap hadith-hadith yang dihimpukan oleh beliau.

Antaranya Ibnu Rajab Al-Hanbali dengan Jami’ al-Ulum wal Hikam dan Syaikh Muhammmad bin Shalih al-Uthaimin.

2. Bulughul Maram

Pada level berikutnya pula ialah Kitab himpunan hadith hukum, Bulughul Maram. Ia menghimpunkan hadith-hadith berkaitan hukum fikih. Dihimpunkan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani.

Kitab ini telah diberi penjelasan oleh beberapa sarjana Islam. Antara yang paling masyhur ialah Kitab Subulussalam oleh Imam Shan’ani dan Syarah Bulughul Maram oleh Syaikh Abdullah Bassam. Kedua-duanya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Rekomendasi ini dinyatakan oleh Ustaz Fathul Baari dalam satu siri kuliahnya. Beliau merupakan Penasihat Agama Institut Jantung Negara, mendapat pendidikan dalam bidang hadith di Universiti Madinah.

Ia termasuk ke dalam senarai buku-buku yang mesti saya beli dan teliti.

Baca lagi tentang kitab-kitab hadits dan beli di sini : Galeriniaga.

Kitab Hadith Yang Dicadangkan Syaikh Uthaimin

November 14, 2010 § Tinggalkan komen

disarikan dengan penjelasan dari Panduan Lengkap Menuntut Ilmu. Tulisan Syaikh Uthaimin dan terjemahan oleh Ustaz Abu Haidar As-Sundawy. Terbitan Pustaka Ibnu Katsir.

Kitab-kitab Hadith

  1. Fathul Baari Syarh Sahih Bukhari : Ibnu Hajar al-Asqalani (lahir 773H). Sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Indonesia oleh Pustaka Azzam (36 jilid) dan Pustaka Imam Asy-Syafi’i (baru siap hingga jilid ke-3)
  2. Subulus Salam Syarh Bulughul Maram : Muhammad bin Ismail al-Amir As-San’ani (1099-1182H) . Kitab ini merupakan penjelasan atau syarah kitab hadith-hadith hukum Bulughul Maram yang dihimpunkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani. Banyak kitab syarah dikarang untuk menjelaskan maksud hadith Bulughul Maram. Namun para ulama memberi komentar, yang terbaik ialah Subulus Salam. Terjemahan sudah dilakukan oleh Penerbit Darus Sunnah, Jakarta.
  3. Kitab Nailul Authar Syarh Muntaqa al-Akbar : Imam Syaukani. Salah seorang gurunya, Syaikh Abdul Qadir bin Ahmad merupakan anak murid Imam As-San’ani.
  4. Umdatul Ahkam : al-Maqdisi. Kata Syaikh Uthaimin, “Ini adalah kitab yang ringkas dan sebahagian besar hadithnya terdapat dalam dua kitab sahih (Bukhari & Muslim) sehingga nilaiannya tidak perlu dibahas.
  5. Hadith 40 : Imam Nawawi. Ini adalah kitab yang  baik, kerana di dalamnya terkandung adab dan manhaj yang baik serta kaedah-kaedah yang sangat bermanfaat.
  6. Bulughul Maram : Ibnu Hajar al-Asqalani. Kitab ini bermanfaat terutamanya pengarang menyebutkan para perawi dan menerangkan pula orang yang mensahihkan dan mendaifkan hadith dan memberi komentar terhadap hadith tersebut.
  7. Nukhbatul Fikr : Ibnu Hajar al-Aqalani. Kitab ini sudah mencukupi untuk menguasai ilmu mustalah hadith.
  8. Kitab-kitab hadith yang enam : Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Daud, Sunan Ibnu Majah dan Sunan Tirmidzi. Syaikh Uthaimin menasihat kitab ini dibaca berulang kali kerana beberapa faedah besar.

Where Am I?

You are currently browsing the Kitab Hadith category at Kitab Hadith dan Syarah Hadith.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.