Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari : rebiu

Mei 6, 2011 § 1 Komen

Al Ustadz Ahmad Hamdani Ibnu Muslim

Memanfaatkan usia sehat dan karunia waktu yang Allah berikan dengan mempelajari ilmu-ilmu syariat yang bersumber dari manusia terbaik dengan kesungguhan dan totalitas merupakan aktivitas yang utama. Adalah Al-Imam Abu Abdillah Al-Bukhari, seorang imam yang telah mencuplik secercah cahaya Al-Kitab dan As-Sunnah yang kemudian beliau kumpulkan di dalam kitabnya Shahih Al-Jami’ yang kemudian populer dengan Shahih Al-Bukhari.

Memahami kitab ini akan lebih sempurna dan sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya bila dilengkapi dengan kitab-kitab yang menjelaskan maksud-maksud, faidah-faidah, kaidah-kaidah yang dipakai penulis, uslub (gaya bahasa) penulisan dan lain sebagainya. Terlebih kitab Shahih Al-Bukhari bisa diibaratkan makanan setengah matang. Karena di dalamnya terdapat hadits-hadits yang nasikhdan mansukh, umum dan khusus sehingga membutuhkan keterangan ulama yang memang ahli di banyak bidang ilmu syariat.

Dengan metode ini, syariat yang dibawa oleh Rasulullah yang bersifat rahmatan lil ‘alamin dan shalih (cocok) untuk segala jaman dan tempat, dapat tersebar. Bukan sekedar kitab yang sulit diaplikasikan di alam nyata. Nampaknya pesan inilah yang hendak disampaikan oleh Ahmad Bin ‘Ali Bin Muhammad Bin Muhammad Bin ‘Ali Al-Asqalani.

Beliau lebih dikenal dengan nama Ibnu Hajar Al-Asqalani, seorang ahli hadits, mufti dan hakim agung di Mesir. Kitab syarah (penjelasan) Shahih Al-Bukhari hasil tulisannya merupakan kitab syarah Shahih Al-Bukhari terbagus dari sekian kitabsyarah lainnya dan dianggap mahkota karya-karya Ibnu Hajar Al-Asqalani yang mencapai 150 judul baik yang besar maupun yang kecil.

Penulis kitab Kasyfuz Zhunun, Musthafa Bin Abdullah Al-Qisthanthini Ar-Rumi seorang ‘Alim bermahdzab Hanafi (wafat tahun 1067 M) menyebutkan, “Kitab syarah Al-Bukhari yang paling agung adalah kitab Fathul Bari Syarh Shahih Al-Bukhari[1] karya Ibnu Hajar. Mukadimahnya mencakup 10 pasal yang ia namakan Hadyus Sari. Keistimewaan, keajaiban, dan kepopuleran kitabnya disebabkan cakupan faidah-faidah dan hukum-hukum fiqhiyyah yang sulit diilustrasikan. Terlebih pembahasan sisi sanad hadits sangat luas dan mendalam.”

Begitu menjiwai dan menjelaskan kitab Shahih Al-Bukhari menjadikan pembacanya seolah-olah melihat Ibnu Hajar yang bermahdzab Syafi’i, hidup sejaman dengan Al-Bukhari, duduk di depannya, mendengarkan pelajarannya, mendengar hadits lalu menyerap, mengetahui ilmu-ilmu, sanad-sanad yang shahih dan lemah, serta hikmah-hikmah hadits.

Asy-Syaikh Muqbil Rahimahullah dalam kitabnya Ijabatus Sail menganjurkan para pencari ilmu mempelajarinya. Meskipun kitab ini tidak dianjurkan dibaca bagi pencari ilmu yang pemula namun keberadaanya sangat penting karena dibutuhkan oleh ummat Islam dalam memahami As Sunnah sebagai jalan hidup mereka.

Sunnatullah berlaku, selain Al Qur’an tak ada satu kitab pun karya manusia yang sempurna. Demikian juga dengan Fathul Bari. Pembaca kitab ini mesti berhati-hati manakala menjumpai pembahasan nama-nama dan sifat-sifat Allah agar tidak terjerumus ke dalam metodologi takwil (menafsirkan tidak sesuai dengan teks lafadznya) yang diadopsi penulisnya dari kaidah Asy’ariyyah yang telah ditinggalkan oleh Abul Hasan Al Asy’ary si pencetusnya sendiri, yang tentunya tidak sesuai dengan manhaj salaf.

Wallahu a’lam

Catatan kaki:

[1] Dalam penukilan para Ulama, terkadang disebut secara ringkas dengan AL-FATHatau AL-FATHU

Judul Asli: “Fathul Bari Mahkota Ibnu Hajar Al Asqalani Rahimahullah”
Sumber: Majalah Asy Syariah halaman 48
Vol I/No.40/Desember 2003/Syawwal 1424 H

dipetik dari : http://ghuroba.blogsome.com/2007/12/01/kitab-fathul-bari-karya-ibnu-hajar-al-asqalani/

Advertisements

Fathul Bari Syarah Sahih Bukhari rebiu

Mei 6, 2011 § 1 Komen

Dr. M. Muhammad Abu Syuhbah dalam kitabnya Fi Rihabi as-Sunnah al-Kutub al-Shihahi al-Sittah mengatakan:

Belum ada kitab hadits yang mendapat perhatian besar dari umat Islam selain kitab Shahih Bukhari. Para ulama memberikan perhatian kepadanya dan mensyarahkan semua hadits yang terdapat pada kitab itu, mengistinbatkan hukum darinya, meneliti para perawinya, menjelaskan kata-kata yang sulit dan seterusnya.

Buku syarah hadits ini cukup banyak jumlahnya. Menurut pengarang Kasyfuz zunun, tidak kurang dari 82 macam. Belum termasuk kitab syarah yang ditulis sesudah kasyfuz zunun. Diantara kitab syarah yang paling terkenal adalah Fath Al Baari bi Syarah Al Bukhari.

Kitab ini adalah karya al-Hafiz Abi’l Fadal Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Muhammad bin Hajar al-Asqalani al-Misri. Beliau dilahirkan tahun 773 H dan wafat tahun 852 H. Kitab Fathul Baari ini adalah kitab syarah shahih Bukhari yang paling baik dan paling lengkap.

Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya, juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memaparkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, beliau mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan keda’ifannya. Semua itu menunjukkan keluasan ilmu dan penguasaanya mengenai kitab-kitab hadits.

Fathul Baari mempunyai muqadimah yang bernama Hadyus Saari . Muqadimah ini amat tinggi nilainya. Seandainya ia ditulis dengan tinta emas, maka emas itu belum sebanding dengan tulisan itu. Sebab ia merupakan kunci untuk memahami Shahih Bukhari. Kitab ini selesai ditulis tahun 813 H.

Kemudian al-Asqalani mulai menulis kitab Syarah. Pada mulanya, uraian dan pembahasan direncanakan ditulis panjang lebar dan terperinci. Namun beliau khawatir bila ada halangan untuk menyelesaikannya, yang mengakibatkan kitab itu selesai namun tidak sempurna. Karena itu beliau menulis kitab syarah tersebut dengan cara sederhana yang diberi nama Fathul Baari.

Penulisan kitab ini menghabiskan waktu seperempat abad . Dimulai tahun 817 H dan selesai tahun 842 H. Maka tidak mengherankan bila kitab itu paling bagus, teliti dan sempurna. Selain itu, penulisannya dilakukan oleh penyusunnya dengan penuh keikhlasan.

Kitab ini selalu mendapatkan sambutan hangat dari para ulama, baik pada masa dulu maupun sekarang, dan selalu menjadi kitab rujukan.

Al-Allamah Syaikh Muhammad bin Ali as-San’ani asy-Syaukani, wafat tahun 1255 H, penulis kitab Nailul Authar, ketika diminta menulis kitab Syarah Shahih Bukhari, beliau mengagumi Ibnu Hajar. Beliau mengutip sebuah hadits “La hijrah ba’dal fathi” . Beliau meminjam istilah dari hadits itu sebagai ungkapan bahwa tidak ada kitab syarah shahih Bukhari yang melebihi Fathul Bari.

Kitab syarah ini terdiri dari 13 jilid ditambah satu jilid muqadimah. Kitab itu sudah berulangkali dicetak di India dan di Mesir. Cetakan yang terbaik di terbitkan oleh Bulaq. Demikian keterangan menurut Dr. Abu Syuhbah.

Perlu pula kiranya diketahui bahwa Shahih Bukhari terdiri dari beberapa kitab. Dimulai dengan bab permulaan wahyu, yang menjadi dasar utama bagi syariat Islam. Kemudian disusul dengan kitab Iman, Kitab Ilmi, Kitab Thaharah, Kitab Shalat, kitab Zakat dan seterusnya. Dalam kitab ini juga dimuat mengenai para penguasa dan para hakim. Kemudian kitab I’tisam bil kitab was sunnah dan yang terakhir adalah kitab Tauhid, sebagai penutup kitab shahihnya yang terdiri dari 97 kitab dan 3.450 bab.

http://blog.re.or.id/kitab-fathul-baari-penjelasan-kitab-shahih-al-bukhari.htm

Kitab-Kitab Berkaitan Ilmu Hadis

Januari 18, 2011 § Tinggalkan komen

disarikah dari tulisan Ustadz Abdullah Zaen, MA bertajuk Agar Tidak Keliru Memahami Hadits. Majalah Al-Furqan edisi 105

Beberapa kaedah memahami hadis Nabi (selawat dan salam buat beliau)

1. Memahami Sunnah berdasarkan Al-Qur’an

2. Menghimpunkan hadis-hadis yang sama tentang suatu permasalahan yang sama.

3. Memadukan antara hadis-hadis yang zahirnya kelihatan bertentangan atau menguatkan satu sama lain. Antara kitab rujukan yang berkaitan topik ini ialah :

  • Musykil Atsar : At-Thohawy
  • Ta’wil Mukhtalaf Hadis : Ibnu Qutaibah

4. Mengetahui hadis nasikh dan mansukh

  • Ithaf Dzawi ar-Rusukh : al-Ja’bari
  • al-Nasikh wal Mansukh : Ibnu Jauzi
  • al-I’tibar fin Nasikh wal Mansukh minal Akhbar : al-Hazimi

5. Mengetahui sebab munculnya hadis (asbabul wurud)

  • al-Bayan wat ta;rif fi Asbab Wurud al-Hadis as-syarif : Ibnu Hamzah ad-Dimasyqi

6. Mengenal kosa kata hadis

  • Ghorib al-Hadis : al-Harawi
  • Ghorib al-Hadis : Abu Ishaq al-Harbi
  • Ghorib As-Sohihain : al-Humaidi
  • an-Nihayah fi Ghorib al-Hadis : Ibnu Atsir

7. Memahami hadis sesuai dengan pemahaman sahabat

  • Mushonnaf Abdurrazaq
  • Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah
  • Sunan Sa’id bin Mansur
  • Sunan Ad-Darimi
  • Sunan as-Sughro dan al Kubro : al-Baihaqi

8. Merujuk buku-buku syarah hadis

  • Syarhus Sunnah : al-Baghowi
  • Fathul Bari : Ibnu Hajar al-Asqalani

Sahabat Nabi yang Banyak Melapor Hadis

Januari 16, 2011 § 1 Komen

  1. Abu Hurairah (semoga Allah redha kepadanya) : 5374 hadis.
  2. Abdullah bin Umar al-Khattab (semoga Allah redha kepadanya) : 2630 hadis.
  3. Anas bin Malik (semoga Allah redha kepadanya) : 2286 hadis.
  4. Aisyah binti Abu Bakar as-Siddiq (semoga Allah redha kepadanya) : 2210 hadis.
  5. Abdullah bin Abbas (semoga Allah redha kepadanya) : 1660 hadis.
  6. Jabir bin Abdillah (semoga Allah redha kepadanya) : 1540 hadis.
  7. Abu Said Khudri : (semoga Allah redha kepadanya)1170 hadis.

Sumber : Mustolah Hadis, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Uthaimin. Terjemahan Ahmad S. Marzuqi. Terbitan Media Hidayah, Jakarta (2008)

Mustolah Hadis

Januari 16, 2011 § 1 Komen

Judul : Mustolah Hadis

Pengarang : Syaikh Muhammad bin Soleh al-Uthaimin

Penterjemah : Ahmad S Marzuqi

Penerbit : Media Hidayah

Walupun hanya edisi terjemahannya hanya 120 halaman, namun memaham dan menghadam buku ini bukan mudah.

Ia lebih kepada teks pengajian dan perlu kepada penjelasan dan syarah.

Sesuatu yang lebih naskah ini berbanding teks-teks istilah hadis ialah,penyusun kitab ini Syaikh Muhammad Soleh al-Uthaimin membawakan contoh-contoh sebenar bagi isitilah yang disampaikan.

Antara bab yang dibahas dalam naskah ini ialah definisis istilah hadis, athar,  khabar dna hadis qudsi.

Kemudian penyusun membincangkan hadis mutawatir, hadis ahad dan jenis-jenisnya.

Turut dijelaskan ialah kitab-kitab hadis yang utama beserta biografi ringkas pengarangnya seperti Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan An-Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Aunan Tirmidzi, Sunah Ibnu Majah dan Musnad Ahmad.

Syaikh Uthaimin dalam menyususn kedudukan kitab-kitab hadis meletakkan Sunan An-Nasa’i sebagai kitab yang ketiga selepas Bukhari dan Muslim. Ini berbeza dengan beberapa ilmuwan lain yang meletakkan Sunan Abu Dawud.

Pada bahagian akhir, penyusun meletakkan bab Adab Seorang Guru dan Murid.

Naskah yang kemas, tersusun dan sangat bermanfaat untuk dibaca, dikaji dan dirujuk dalam imu hadis.

Tokoh-Tokoh Ahli Hadis

Januari 5, 2011 § Tinggalkan komen

Sumber : Indonesiaindoonesia

Penulis: Asy Syaikh Abu Abdirrahman Fauzi Al Atsary

Perintis jejak pertama yang mengenakan mahkota fuqaha ahli hadis adalah para sahabat Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam. Yang paling masyhur dari mereka antara lain:

1. Khalifah yang empat (radhiyallahu anhum ) :

  • Abu Bakar Ash-Shiddiq
  • Umar bin Al-Khattab
  • Uthman bin Affan
  • Ali bin Abi Talib

2. Al-Abadillah (Radhiyallahu ‘anhum ) :

  • Abdullah Ibnu Umar
  • Abdullah Ibnu Abbas
  • AbdullahIbnu Az-Zubair
  • Abdullah Ibnu Amr
  • Abdullah Ibnu Mas’ud
  • Aisyah binti Abu Bakar
  • Ummu Salamah
  • Zainab
  • Anas bin Malik
  • Zaid bin Tsabit
  • Abu Hurairah
  • Jabir bin Abdillah
  • Abu Said Al-Khudri
  • Mu’adz bin Jabal

3. Setelah sahabat Rasulullah adalah para tokoh tabi’in Rahimahumullah antara lain:

  • Said bin Al-Musayyib wafat 90 H
  • Urwah bin Az-Zubair wafat 94 H
  • Ali bin Al-Husain Zainal Abidin wafat 93 H
  • Muhammad bin Al-Hanafiyah wafat 80 H
  • Ubaidullah bin Abdillah bin Utbah bin Mas’ud wafat 94 H atau setelahnya
  • Salim bin Abdullah bin Umar wafat 106 H
  • Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr Ash- Shiddiq wafat 106 H
  • Al-Hasan Al-Bashri wafat 110 H
  • Muhammad bin Sirin wafat 110 H
  • Umar bin Abdul Aziz wafat 101 H
  • Muhammad bin Syihab Az-Zuhri wafat 125 H

4. Kemudian tabi’ut tabi’in dan tokoh mereka Rahimahumullah :

  • Malik bin Anas wafat 179 H
  • Al-Auza’i wafat 157 H
  • Sufyan bin Said Ats-Tsauri wafat 161 H
  • Sufyan bin Uyainah wafat 193 H
  • Ismail bin Aliyah wafat 193 H
  • Al-Laits bin Sa’ad wafat 175 H
  • Abu Hanifah An-Nu’man wafat 150 H

5. Kemudian pengikut mereka di antara tokoh mereka Rahimahumullah:

  • Abdullah bin Al-Mubarak wafat 181 H
  • Waki’ bin Al-Jarrah wafat 197 H
  • Muhammad bin Idris Asy-Syafi’I wafat 204 H
  • Abdurrahman bin Mahdi wafat 198 H
  • Yahya bin Said Al-Qathan wafat 198 H
  • Affan bin Muslim wafat 219 H

6. Kemudian murid-murid mereka yang berjalan di atas manhaj mereka di antaranya (Rahimahumullah) :

  • Ahmad bin Hambal wafat 241 H
  • Yahya bin Ma’in wafat 233 H
  • Ali bin Al-Madini wafat 234 H

7. Kemudian murid-murid mereka di antaranya (Rahimahumullah) :

  • Al-Bukhari wafat 256 H
  • Muslim wafat 271 H
  • Abu Hatim wafat 277 H
  • Abu Zur’ah wafat 264 H
  • Abu Dawud : wafat 275 H
  • At-Turmudzi wafat 279 H wafat 303 H
  • An Nasa’i wafat 234 H

8. Kemudian orang-orang yang berjalan di atas jalan mereka dari generasi ke generasi antara lain (Rahimahumullah):

  • Ibnu Jarir wafat 310 H
  • Ibnu Khuzaimah wafat 311 H
  • Ad-Daruquthni wafat 385 H
  • Ath-Thahawi wafat 321 H
  • Al-Ajurri wafat 360 H
  • Ibnu Baththah wafat 387 H
  • Ibnu Abu Zamanain wafat 399 H
  • Al-Hakim An-Naisaburi wafat 405 H
  • Al-Lalika’i wafat 416 H
  • Al-Baihaqi wafat 458 H
  • Ibnu Abdil Bar wafat 463 H
  • Al-Khathib Al-Baghdadi wafat 463 H
  • AI-Baghawi wafat 516 H
  • Ibnu Qudamah wafat 620 H

9. Di antara murid mereka dan orang meniti jejak mereka (Rahimahumullah) :

  • Ibnu Abi Syamah wafat 665 H
  • Majduddin lbnu Taimiyah wafat 652 H
  • Ibnu Daqiq Al-led wafat 702 1-1
  • Ibnu Ash-Shalah wafat 643 H
  • Ibnu Taimiyah wafat 728 H
  • Al-Mizzi wafat 742 H
  • Ibnu Abdul Hadi wafat 744 H
  • Adz-Dzahabi wafat 748 H
  • Ibnul Qayyim wafat 751 H
  • Ibnu Katsir wafat 774 H
  • Asy-Syathibi wafat 790 H
  • Ibnu Rajab wafat 795 H

10.Ulama setelah mereka yang mengikut jejak mereka di dalam berpegang dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sampai hari ini. Di antara mereka

(Rahimahumullah) :

  • Ash-Shan’ani wafat 1182 H
  • Muhammad bin Abdul Wahhab wafat 1206 H
  • Al-Luknawi wafat 1304 H
  • Muhammad Shiddiq Hasan Khan wafat 1307 H
  • Syamsul Haq Al-Azhim wafat 1349 H
  • Al-Mubarakfuri wafat 1353 H
  • Abdurrahman As-Sa`di wafat 1367 H
  • Ahmad Syakir wafat 1377 H
  • Al-Mu’allimi Al-Yamani wafat 1386 H
  • Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh wafat 1389 H
  • Muhammad Amin Asy-Syinqithi wafat 1393 H
  • Badi’uddin As-Sindi wafat 1416 H
  • Muhammad Nashiruddin Al-Albani wafat 1420 H
  • Abdul Aziz bin Abdillah Baz wafat 1420 H
  • Hammad Al-Anshari wafat 1418 H
  • Hamud At-Tuwaijiri wafat 1413 H
  • Muhammad Al-Jami wafat 1416 H
  • Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin wafat 1423 H
  • Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (h)
  • Abdul Muhsin Al-Abbad (h)
  • Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali (h)
  • Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i wafat 1423 H

Di antara guru-guru dan teman-teman kami serta orang-orang yang kami kenal dari kalangan penuntut ilmu -semoga Allah membaikkan akhir hayat kami dan mereka berada di atas jalan ahli hadits. Itulah syiar dan slogan mereka semoga Allah mengampuni mereka semua, dan menganugrahkan kepada kami dan mereka ketetapan di atas kebenaran dan menjadikan akhir amalan kami kebaikan, kenikmatan dan kemuliaan-Nya.

Sumber :Kitab Al Azhar Al Mantsuroh fi Tabyini Anna Ahlul Hadits Hum Al Firqotu An Najiyah wath Thaifah Al Mantsurah
Edisi Indonesia : Siapakah Golongan Yang Selamat,
Penerbit : Cahaya Tauhid Press, Malang

Syaikh Syuaib Arnaut

Januari 2, 2011 § Tinggalkan komen

Nama:Syu’aib bin Muharram al-Arnaut
Bapa: Berasal dari Albania dan berhijrah bersama keluarga ke Syria pada tahun 1926 kerana cintakan ilmu
Kelahiran: Dilahirkan pada tahun 1928

Syaikh Syu’aib al-Arnaut menghabiskan masanya lebih dari empat puluh tahun berkhidmat dengan hadith dengan menyunting semula lebih dari manuskrip-manuskrip hadith dan sehingga lebih 200 jilid kitab dihasilkan. Beliau bukan sekadar menyunting tetapi turut mentakrijkan hadith-hadith dan menyatakan taraf hadith tersebut. Antara karya besar yang disunting oleh beliau ialah Siyar a’Lam al-Nubala lebih kurang 30 jilid, musnad Imam Ahmad 50 jilid, sahih Ibn Hibban Bi Sharh Ibn Libban 14 jilid dan lain-lain. Antara hasrat beliau ialah untuk menghasilkan ensklopedia hadis-hadis sahih dan hasan dan berharap generasi yang akan datang akan menghuraikan ensklopedia tersebut semoga Allah mempermudahkan.

Walaupun tidak mempunyai ijazah M.A apatah lagi Ph.D, pensyarah-pensyarah hadith berjumpa dengan beliau dipejabatnya. Inilah kelebihan ilmu.

Berikut merupakan temu bual yang dibuat oleh laman web Sunnah Nabawiyah.

TEMUBUAL DENGAN FADILAH AL-SYAIKH SYUAIB AL-ARNAUTT

Tuan yang mulia, melalui laman al-Sunnah al-Nabawiyah, kami ingin berjumpa dengan tuan dengan mengemukakan beberapa persoalan

Soalan 1: Kami ingin orang yang melayari laman ini berkenalan dengan riwayat hidup dari kelahiran, perkembangan, sejarah awal menuntut ilmu, guru-guru yang utama dan bahan-bahan ilmiah yang tuan guru hasilkan?

Saya dibesarkan seperti penuntut ilmu yang lain, saya dikurniakan perasaan cinta kepada ilmu di samping menceburi bidang perniagaan. Syaikh(guru) datang ke kedai kami yang terletak di Suq(Pasar) Saruja yang merupakan penempatan lama di Damsyik selepas Asar. Pada masa itu orang ramai berehat selepas Asar dan mereka tidak bekerja. Guru datang kepada kami semata-mata mencari keredaan Allah swt dengan mengajar tatabahasa Arab di samping menerangkan Sharh al-Kanz yang dikarang oleh Syeikh Abdul Karim al-Alafghani Rahimahullah dan kitab al-Hashiah.

Saya belajar dengan

1. Syaikh Soleh Farfur beberapa kitab:

  • Tafsir al-Nasafiyy
  • Syarh al-Manar(Usul Fiqh),
  • Sohih Muslim,
  • Umdah al-Qariyy Syarh sahih al-Bukhariyy oleh al-Ainiyy
  • al-Balaghah al-Wadihah
  • Syarh Ibn Aqil(Tatabahasa arab).
  • Mantiq al-Suriyy yang sekarang tidak ada nilai lagi

2. Syaikh Sulayman al-Ghawujiyy bapa kepada Wahbiyy Sulayman al-Ghawujiyy :

  • Belajar Nahu mengikut kaedah Uthmaniyah bermula dengan al-Awamil
  • Kitab al-izhar hasil tangan al-barjawiyy
  • Kitab al-Kafiah karya Ibnu al-Hajib
  • Kitab Maraqi al-Falah dan Hashiah al-Tahtawiyy

3. Bapa syaikh Nasir al-Albaniyy –kitab al-Fiqh al-Hanafiyy karangan Abu al-Hasan al-Qaduriyy salah satu rujukan penting dalam mazhab Abu Hanifah. Selain itu saya membaca dengannya beberapa persoalan ilmiah dan saya belajar dengannya selama tiga tahun, saya mengemukakan soalan dan beliau menjawab soalan Dan Allah menanamkan perasaan cinta terhadap ilmu dan segala puji bagi Allah.

Selepas belajar selama 8 tahun saya diberi kepercayaan menjadi guru di Ma’had al-Fath al-Islamiyy(Pusat Pendidikan Islam al-Fath) yang menerima pelajar di peringkat menengah, universiti dan peringkat M.A dan mereka yang melanjutkan pengajian peringkat Ph.D akan pergi ke Mesir. Ma’had ini diasaskan oleh syaikh Adib al-Kala:s. Saya di sini selama dua tahun mengajar pendidikan Islam dan bahasa Arab…

Selepas itu timbul persekitaran yang menambah kecintaan saya untuk mengkaji sunnah nabawiyah dan saya mendalami sunnah dengan baik apabila saya menghayati kitab-kitab Mustalah hadith seperti Muqaddimah Ibn Solah, Tawdih al-Afkar oleh al-San’aniyy, Sharh al-Nukhbah oleh Ibn Hajar rahimahumullah, sejak itu saya sentiasa berdoa kepada Allah untuk memasukkan saya dikalangan ahli hadith dan dengan kehendak Allah doaku dimakbulkan, dan saya telah menghabiskan masa selama 40 tahun sehingga sekarang saya menyunting dan menghasilkan buku dan memberi sumbangan dalam ilmu hadith dan sehingga sekarang sudah lebih dari 200 jilid telah dihasilkan.

dipetik dan diolah dari laman abuawatif.

Antara ustaz yang pernah menuntut ilmu dari beliau termasuklah penulis prolifik Kapten Hafis Firdaus dan Ustaz Adlan Abdul Aziz panel al-ahkam.